Artikel

Seni Bahagia Adalah Menjalani Hidup yang Apa Adanya


Seni Bahagia Adalah Menjalani Hidup yang Apa Adanya

Apa yang tebersit dalam pikiranmu ketika mendengar frasa “seni bahagia”? Lho, memang bahagia ada seninya? Ada dong. Meski tampaknya sepele, faktanya kebahagiaan adalah hal yang paling dicari orang-orang saat ini. Ya bagaimana, belakangan ini hidup memang semakin mencekik sih, urusan pekerjaan saja bisa makan waktu seharian, belum lagi harus bersinggungan dengan moda transportasi yang banyak diwarnai kemacetan dan emosi orang-orang setelah lelah bekerja seharian. Akhir pekan yang seharusnya bisa menjadi waktu break, masih direcoki satu dua hal seputar pekerjaan atau yang lain. Sungguh, hidup kita seolah hanya untuk kerja, kerja, dan kerja. Kalau tidak kerja, ya memikirkan soal kehidupan itu sendiri. Memangnya nggak capek?

Tapi sebenarnya, apa sih kebahagiaan itu? Dan apa seninya? Mari kita bahas di bab berikutnya

 

Esensi Bahagia yaitu Hidup yang…

Yang apa, hayo?

Banyak yang mengait-ngaitkan kebahagiaan dengan materi dan kekayaan. Tapi sebetulnya, esensi bahagia bukan soal itu. Bahagia adalah ketika kamu merasa cukup, puas, atau content. Tidak peduli kenyataannya kamu sedang kekurangan, asal di hati kamu merasa cukup, maka kamu akan bahagia.

Bahagia juga menjadi indikasi tidak adanya rasa takut, khawatir, atau waswas. Bahagia adalah ketika kamu mampu tersenyum, serta berbuat kebaikan tanpa merasa berat. Bahagia adalah ketika kamu selalu punya harapan akan hari esok.

Bahagia tak ada kaitannya dengan kepemilikan materi, meski tak menampik memiliki materi tertentu memang bisa membuat bahagia. Sekarang begini, kalau kamu diberi rumah dan mobil, kamu bahagia tidak? Bahagia, jelas. Tapi ketika kamu sudah punya tempat tinggal dan kendaraan untuk hidup sehari-hari, tanpa diberi rumah dan mobil baru pun kamu tetap merasa bahagia. Saya pernah melihat seorang anak tertawa bahagia, padahal dia tidak habis dibelikan mainan baru. Setelah saya usut, si anak berbahagia karena ibunya membolehkan dia bermain di tengah hujan. Sesederhana itu.

 

Seni Hidup Bahagia dengan Cara Paling Sederhana

Salah satu seni hidup bahagia adalah dengan tidak mencari kebahagiaan. Bingung, kan? Cobalah mengikuti tips-tips sederhana berikut ini:

  1. Tersenyum

Tersenyumlah begitu kamu membuka mata di pagi hari, setelah itu, temui dirimu sendiri di cermin dan sapalah. Mengawali hari dengan senyuman akan membawa pengaruh positif pada sisa harimu.

  1. Memuji

Memuji orang lain membawa kebahagiaan, tidak hanya pada orang yang kamu puji, tapi juga padamu. Pujilah dengan sederhana, tidak perlu berlebihan, dan pastikan pujianmu sesuai dengan apa yang terlihat dari orang lain. Sebab, kalau kamu memuji secara mengada-ada, misalnya kawanmu terlihat kusut tapi kamu malah memuji dirinya terlihat cantik, bisa-bisa kawanmu berpikir kamu sedang menyindir.

  1. Memberikan bantuan

Memberikan bantuan memiliki efek yang hampir sama seperti memuji. Tidak hanya orang yang kamu bantu yang merasa senang, kamu juga akan merasa puas asal kamu melakukannya dengan ikhlas.

  1. Bersyukur

Menurut penelitian, ucapan syukur memiliki dampak pada harapan dan kebahagiaan. Mengucap syukur memberikan indikasi bahwa kita puas dan senang dengan apa yang telah diberikan oleh Tuhan dan alam. Tidak hanya hal-hal besar saja yang perlu disyukuri, hal-hal kecil seperti memandang matahari terbit pun patut disyukuri.

  1. Berpikir positif

Berpikir positif dapat mengubah banyak hal. Berpikir positif artinya membiasakan diri berprasangka baik atas segala hal yang terjadi pada maupun di luar diri kita. Apa pun yang terjadi, kita mampu menemukan satu hal positif yang bisa disyukuri, itulah pikiran positif. Pikiran positif akan membuat pandangan kita juga lebih positif terhadap segala hal.

  1. Istirahat sejenak dari media sosial

Banyak orang berpikir media sosial adalah pelarian di kala pikiran sedang penat. Media sosial dianggap memberikan hiburan yang bisa membuat seseorang lebih fresh. Namun terlalu sering membuka media sosial, dampaknya justru kebalikan dari baik. Terlalu banyak informasi, belum lagi budaya perang komentar dengan bahasa yang kasar, membuat media sosial justru menjadi pemburuk mood. Nah, jika scrolling media sosial membuat pikiranmu terasa penuh, jengkel, atau cemas, tak ada salahnya berpuasa sejenak. Kamu bisa mengalihkan aktivitasmu pada membaca, berkebun, bersosialisasi, atau melakukan hobi. Seni bahagia adalah ketika kamu mampu menjalani kehidupan nyatamu dengan penuh manfaat.

  1. Cukup tidur

Survei membuktikan, orang yang kurang tidur lebih mudah dikuasai emosi, sementara mereka yang cukup tidur memiliki emosi yang lebih stabil. Tidur malam berkualitas selama 7-8 jam, memberikan pengaruh baik pada fungsi otak dan kesehatan fisik. Oleh karena itu, kurangi bergadang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Lebih baik gunakan waktu untuk beristirahat. Supaya tidur berkualitas, jauhkan gawai dari tempat tidur, dan matikan lampu kamar.

 

Dapatkan buku-buku pembawa kebahagiaan di sini: link 1, link 2.

Page created in 12.165762 seconds.